Duka Ibu Pertiwi
16 October 2009 at 04:02 | In Coretan | Leave a CommentIbu Pertiwi sedang dirundung sedih
Air matanya tak tertahankan
Bencana itu datang lagi hampiri Indonesia
Meluluhlantakkan wajah wajah pulau Sumatra dan Jawa
Mengikis bahagia dan menyesakkan jiwa
Namun…
Di kala Ibu Pertiwi bersedih…
Orang orang ini masih bangga
Orang orang ini masih bahagia
Mengenakan kemewahan mereka
Walau mereka tahu…
Tangisan meradang
Tangisan membanjiri wajah wajah Indonesia
Aku lihat orang orang di gedung itu
Masih mampu tersenyum lebar penuh tawa…
Sementara itu…
Saudara saudara mereka tidak tahu lagi harus tinggal dimana,
tidak memiliki lagi tonggak tonggak penopang keluarga…
Mereka pun juga kehilangan intan intan masa depan,
dan langit pun suram seketika
Hati ini tak mampu ku menahannya
Batinku terluka
Ia merintih sakit, tak mampu berbuat banyak untuk Indonesia
Tak mampu memberi sedikit senyuman untuk Ibu Pertiwi
Aku juga sadar…
Mungkin Aku bukanlah golongan orang orang yang berfikir solutif untuk permasalahan bangsa
Mungkin Aku bukanlah bagian bagian kontributif bagi Ibu Pertiwi
Tapi Aku hanyalah setitik debu dari kaumku, mahasiswa…
Kata orang, kaumku ini diisi oleh manusia manusia berintelektual tinggi
Namun tak semuanya yang berhati
Sama saja dengan para alumnus mahasiswa itu
Orang orang yang kini duduk bahkan tertidur di kursi empuk yang basah dengan lumuran uang
Orang orang yang tertawa bermandikan uang rakyat yang tak mampu memberi setimpal pada rakyat
Mereka tak sadar…
Hanya berfikir tentang kepentingan pribadi
Tak ada salahnya kita berfikir dan bertindak normatif
Jika memang itu masih mampu kita lakukan
Hingga Ibu Pertiwi terlihat makin bersedih
Ia berduka melihat Sumatra dan Jawa yang terluka
Ia bersedih melihat tampang tampang rapih, mengenakan jas dan berkebaya, serta berdandan menor itu hanya mampu tertawa di kursi empuk dalam gedung itu
Belum lagi masalah masalah budaya yang katanya dicaplok tetangga sebelah
Belum lagi masalah masalah seni berkorupsi yang tengah mewabah di negeri tercinta
Belum lagi pertahanan dan keamanan bangsa yang masih dipertanyakan
Terlalu banyak duka Ibu Pertiwi
Sampai sampai, aku pun tak mampu untuk mengukirnya di sini
Walau begitu…
Aku masih yakin
Harapan itu masih ada
Aku dan kaumku, mahasiswa…
Akan mampu memberi sedikit senyum untuk Ibu Pertiwi
Memberi apa yang mampu kami beri
Berlogika dengan benar
Dan bertindak dengan hati
Menyatukan jiwa jiwa, untuk saling berbagi
Memberi rasa peduli bagi kawan kawanku di sana
Bandung, 2 Oktober 2009
Vholoz van Achey
No Comments Yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.